21 Oktober 2011

(sajak) senja yang terhampar

Lagu cinta mengalun mesra
sebuah siluet terlintas di memoria
Berjumpa dengannya kala gulana menjadi tema
Aku berlari dalam labirin ruang rasa
Ingin enyahkan walau hanya sedetik saja

Agar rindu tak menyiksa
Agar cinta tak ternoda
Agar lara tak mendera

http://hanafimohan.blogspot.com
Sekelumit asa bukan hal sia-sia
Ada sebait do’a disana
Bisikkan pada-Nya
Agar kelak menjadi nyata bukan fatamorgana

Dan senja pun menyapa



“aku tak tau cara yang tepat untuk katakan ini padamu..”

purwokerto, 20102011

19 Oktober 2011

Kawan Maya Yang Tak Maya

Beberapa malam belakangan ini aku mengalami insomnia. Entah kenapa..
Biasanya malam ku pakai untuk berduaan dengan tugas akhir . Tapi malam ini aku ingin bercengkrama dengan segepok (uang kaleee) ide yang ada di otak. 

Sedikit  berkisah tentang kawan dunia maya ku yang tak maya.
Mulai aktif di dunia maya sejak kelas XII-IPA  SMA. Itu juga hanya sebatas email, Y!m, dan friendster. Dan banyak orang yang menjadi ‘teman’ ku namun hanya sebatas tau atau sudah merasa cukup saat membaca biodata atau sekilas profil.“Oh..” saja komentar ku. Tak ada yang benar-benar masuk ke dalam hidup seorang sunflower muslimah (nama pena dan maya ku).

Hmm. Lalu pada tahun 2008 awal, aku kenal dengan salah seorang penggiat dunia maya bernama Frozz a.k.a Fathur Rozi. cukup banyak belajar dari beliau tentang mayanya dunia yang hanya bisa terjamah dari sebuah layar komputer. 

Sampai suatu hari, aku dikenalkan dengan seorang adik kecil, waktu itu dia masih SD , “sekarang sudah kelas IX , teh!” akunya suatu hari. Namanya Arinna Elhaq. Tinggal di Kota Kembang, Bandung. Dia sering menyapa ku dengan sebutan “teteh”. Pun pada akhirnya diriku kenal dengan semua anggota keluarganya : Ummi, Faris, Elhaq, Hani dan yang paling imut adalah naja. Dan suatu hari, bersama fathur Rozi aku pernah bertemu dengan mereka sekeluarga di  nyatanya dunia!
(teteh kangen kalian, semoga kelak Alloh mempertemukan kita di lain kesempatan).

Seorang maya kedua yang sudah menjadi nyata adalah Sufilah Iswanti. Nama FB nya Sufila Senandung Cinta-Nya. Kalau ini dikenalin dari seoarang kawan yang kuliah di Universitas Negeri jakarta. Akhwat lembut nan ceria ini asalnya dari Kebumen tapi tinggal di Jakarta dan sekarang Kuliah di FIS jurusan sejarah angkatan 2009. Darinya aku banyak sekali belajar. Banyak yang ku dapat. Dan kala ruhiyah ku sedang kerontang, sekilo cinta ia beri padaku. Ah, terimaksih cinta…kau sangat berarti di hidup ku.

Lanjut…

Duo Maiya..eh, salah dink! Akhwat maksudnya..Hehe. yang aselinya dari Banjarnegara, kurang lebih 2 jam perjalanan kalo dari purwokerto (penting ya??), adalah yang dikenalkan (lagi) oleh Mas fathur. Kalo ini Via Multiply. Hmm, sepertinya aku pernah cerita sedikit tentang mereka deh di ‘Pelangi itu Indah’ (Postingan yang bawah). Sekarang mereka berdua terdampar  (Paus kaliii) di suatu daerah yang katanya Istimewa. Yogyakarta. Aku kenal mereka dari jaman mereka masih SMA dan aku masih unyu (hehe) di semester dua kala itu. Sangat manis jika dikenang. Banyak cerita yang terlalu asyik  jika diingat. Dari mereka aku  belajar makna dewasa, ukhuwah dan rasa. Oiya, belum sebut namanya ya?. Perkenalkan, yang satu bernama Dwi Ika Purwati , FT UNY 2008. Yang satunya, Devi Asri Antika, UGM 2009 (lupa ambil apa..hehe. Piisss ^^V).

Menghitung waktu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana hatinya saat ini. Untuk sahabatku, Renna..apa kabar calon Ummi?. Dan dudut mu?.sehat selalu ya. Pun banyak sekali kenangan indah bersamanya walau hanya sebatas akun maya. Entah Y!m, FB. Kau menghias hari ku. Kau pernah mendengar selaksa gundah dan tangis ku. Dan hal yang paling membahagiakan adalah ketika aku sedang ribet di Pasar, kau menelpon ku untuk mengatakan, “ki..renna mau dilamar”. Ah..kau tau, wajahku memerah saat itu. tentu karena sangat bahagia mendengarnya. Fathur Rozi, lagi-lagi kau tak lepas dari semua ini, matur nuwun mengenalkan ku pada calon ummi sholehah ini.

Dari Renna pula aku kenal seorang saudara bernama Gurino Prasetyo. Semoga waktu yang berjalan menggulirkan mu pada proses dewasa, dan terima kasih mengenalkan ku pada dua orang yang kini mengisi hari indah ku. Yang satu, akhwat manis nan ceriwis (hehe), Lani Suryani. Aku pernah berjanji padanya takkan pernah mencari pintu EXIT dari hidupnya. Pun dia yang menjanjikan hal serupa padaku.janji ya! ^_^

Seorang lelaki asal jawa timur yang tinggal di Lampung dan sekarang sedang berjuang dengan skripsinya. Anggit Cahya kurniawan. Sungguh, aku sangat banyak belajar hal darimu. Awal perkenalan yang sangat aneh, ya?. Aku dimintai tolong oleh Gurino untuk sms dirimu. Lalu kita bertemu lagi via fb dan Y!m. Bukankah, takdir Alloh bagaikan kain yang rajutannya rapi dan indah?. Semoga Alloh selalu memudahkan segalanya ^^. 

Adalah anak laki-laki UI FH 2011 yang sering GALAU (haha) , yang sedang berproses menuju dewasa. Namanya,  Elam Sanurihim Ayatuna, aku kenal dari jaman dia masih kelas X. wow!. Sudah empat tahun ternyata. Bertemu dan mengenalnya adalah suatu musibah. Uupps..anugerah maksudnya. Aku mengenalnya lewat jejaring sosial Friendster. Dan semakin akrab via FB dan Y!m (bener gak, Lam?). sedikit banyak aku masuk ke hari-nya, pun dengan dia yang masuk ke dalam hidupku. Terima kasih telah bersedia menjadi tempat ku untuk berkeluh kesah. Tanpamu, aku takkan banyak belajar tentang rasa dan cinta ala anak Rohis SMA (hihihi). Darinya pula aku banyak mengenal akhwat SMA yang kerap kali mengganggu ku (hehe) gak dink ! ada Fiki Hidayah, Isdina Afriyanti, Uci de el el. Banyak banget soalnya. Terimkasih, dik Elam!. Kala ku salah dan resah, kau masih bersedia tersenyum untukku. 

Lanjuuut..

Untuk para MP’ers yang ku sayangi : ada Mba Rosyida Azis Rizki- yang bentar lagi akan menggenapkan separuh dien-nya.ihiyy- Teh Gemma Ayu D- yang sudah bergelar dokter-, Mba Filly dan Mba Ajeng yang sedang co-ass –semoga dimudahkan selalu dalam perjuangannya- , Dina (penyanyang korea.hehe), siapa lagi ya? Masih banyak pokoknya! Mampir aja ke site MP ku ( http://www.myandromeda.multiply.com). Dari mereka aku banyak sekali belajar makna ukhuwah walau raga hanya di maya saja. Tulisan mereka cukup banyak menginspirasi ku kala ide habis dimakan masa. Ya, karena mereka adalah orang-orang hebat!. Kopdar kedua ditempat Mba ii besok yaa (hehe..).

Hm, lagi-lagi karena seorang Fathur Rozi, diriku kenal adik perempuan manis bernama Hasri Nilam Widuri. Kenal dengannya, saat adik yang satu ini masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Dan sekarang tengah melanjutkan studinya di salah satu perguruan tinggi negeri di Solo. Banyak hal yang sudah terjadi antara aku dan dia. Ah, kenangan dan segudang cerita manis anatara kita sudah ku masukkan ke dalam kotak cinta di hati ku, de!. 

Dua lagi! Ya. Dua orang spesial. Yang sudah ku anggap Mbak dan Mas sendiri.. Mas Anan fauzi dan Istri, Mba Tri. Apa kabar? Aku kangen kalian. Ingin rasanya menyapa. Namun, sepertinya ada tembok luka yang menutup hari ku saat berada di antara kalian. Bukan! Tentu bukan karena kalian. Karena hati ku saja yang terkadang masih terbayang waktu empat tahun yang telah berlalu. Namun  do’a ku selalu teriring untuk kalian. Salam cium dan peluk buat Labib ya.

Dan untuk semua orang yang telah turut hadir di hidupku. Walau raga hanya sebatas maya saja, terimakasih banyak. Tanpa-Nya kita takkan pernah beretmu dan mengenal. Satu hal yang ku percaya, bahwa hati kita ditautkan oleh iman yang menyala. Dan percayalah, bahwa takdir-Nya begitu indah dirasa!.
“Dan Dia (Alloh) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walau pun kamu menginfakkan semua harta yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Tetapi Alloh telah mempersatukan mereka hati mereka. Sungguh, Alloh Maha Perkasa, Maha Bijaksana” (Al-Qur’an Surat Al-anfaal ayat 63).

17 Oktober 2011

Pelangi itu Indah ^_^

Pagi menjelang siang hari ini, saya pasang status  di FB :
Kala FB dan twitter tak lagi membuatku nyaman, MP selalu di hati..

Kali ini, saya ingin sedikit bercerita tentang blog saya di Multiply. Tentu bukan blog pertama saya. Blog ke tiga yang saya buat. Tahun 2009, atas ajakan seseorang. Beliau adalah ketua FLP Purwokerto. Fathur Rozi., S.E namanya dan http://frozza.multiply.com adalah akun MP-nya. Awalnya saya kurang tertarik. Karena waktu itu saya masih asyik dengan Frinedster, jadi saya pikir, FS (singkatannya Frindster) lebih menarik dari MP yang hanya bisa Posting tulisan, foto, share Link, buku tamu, dan yang lainnya. 

Ah..pokoknya waktu itu ga tertarik sama sekali. 

Sampai beliau memperkenalkan saya dengan dua orang anak SMA yang sedang mengahdapi UN. Dua akhwat dari Banjarnegara. Mereka berdua sudah dianggap adik oleh mas Fathur. Dua akhwat itu bernama Dwi Ika Purwati (http://thenewimadea.multiply.com) dan Devi Asri Antika (http://deacchy.multiply.com). Nice girls!

Mereka asyik ternyata. Dan saat membaca tulisan-tulisan yang ada di blog mereka, sepertinya..mm, asyik juga yah!.

Akhirnya diam-diam saya membuat akun juga di Multiply. Waktu itu bingung banget mau kasih nama apa. pilihannya : sunflower atau sunflowermuslimah. Ah, kayaknya udah banyak yang ID-nya ada sunflower-nya deh. Hmm, apa ya?.

Akhirnya saya memutuskan memakai kata “Andromeda” sebagai ID MP saya. Biar sama dengan ID yahoo saya : sunflower_andromeda. Hehe.
Karena Andromeda itu nama galaxy, dan saya suka dengan namanya. Yang saya pernah baca di wiki, kalo Andromeda itu berasal dari bahasa Yunani : putri andromedae. Yang galaxy nya itu terbentuk 7 juta tahun cahaya (ga ngerti juuga sih, maksudnya. Secara, saya kan bukan anak astronomi atau fisika. Hehe).

Jadilah : myandromeda. My Andromeda. Andromeda –ku. (http://myandromeda.multiply.com)

Di Multiply saya banyak bertemu orang baik, kreatif, suka nulis, dan..banyak pokoknya. Hampir semua komunitas saya temukan di jejaring sosial satu itu, saya temukan tulisan-tulisan mereka. Melihat sisi-sisi lain orang lewat tulisannya. Karena itu, nama site saya : *pelangi itu indah ^_^ *.

Tentunya saya pribadi banyak belajar banyak dari orang-orang hebat di jejaring tersebut. melatih saya untuk terus menulis dan menulis, peka terhadap sekitar, merajut ukhuwah dan silaturahim. 

Dan banyak juga yang jadi akrab di dunia nyata. Walau sudah resign atau gak aktif lagi di MP, masih tetep kontak via sms atau akun maya lainnya. Subhanalloh, kan..

Walau sekarang agak saya telantarkan. Karena kesibukan di dunia nyata atau akun Maya saya lainnya. Jujur, Multiply masih jadi yang terbaik di hati.Aiih..so swiit.
Jadi blogspot ini adalah blog yang akan saya kelola dengan serius setelah multiply.

Ah ya..jadi ingat salah satu komen di status FB saya tentang MP : MP menjadi bagian hidup kita :D *halah (Devi asri antika). Ya..tanpa sadar, MP sudah jadi bagian hidup saya. 

Lagi-lagi, mengenai makna bersyukur. Iya, syukuri saja apa yang kita paham dan kita dapatkan. Mudah-mudahan bermanfaat dan membawa kebaikan tak hanya untuk diri sendiri. melainkan untuk orang lain. Insya Alloh.

16 Oktober 2011

hatiku tertegun pada uang kembalian

Iseng di suatu siang bolong, tepatnya saat saya melepas lelah di dalam kamar kosan. Sembari mengingat, di dompet masih ada uang berapa ya?. Haha..

Alhamdulillah.. masih lebih dari sekedar cukup.

Tapi..Uupps!. tiba-tiba saja saya terheran dan bengong memandangi kertas yang memiliki nominal 1.000 dan 2.000 yang terselip diantara uang lainnya. 

“Masya Alloh..” Lirih saya. 

Emang kenapa??. ( begitu kan, komentar anda. Hehe).

Hm, agak terheran saya. Kok ada ya, orang yang tega kasih uang dengan ‘penampilan’ seperti ini?.

LECEK saudara-saudara!. Mending kalau cuma lecek. Tapi di pojok uang-uang kertas itu sudah agak ‘menghilang’. Dan ah, tengahnya ada solatip. Tanda bahwa uang itu terbelah jadi dua. Alhamdulillah yah, masih dua. Belom tiga atau empat.

Saya jadi ingat. Dulu saya pernah membaca tulisan tentang sedekah dengan uang yang sudah sobek. Ya Alloh.itu lebih tega lagi!.

Semoga saya dan anda terlindung dari kejahilan tersebut! Aamiin. 

Besok paginya saya mau pergi. Dan oh..ban depan Pinki (nama motor saya) ada yang aneh. Alhamdulillah, dekat kosan saya ada bengkel. 15 menit berlalu dan Pinki sudah bisa saya pakai dengan normal lagi.
“Berapa, pak?” Tanya ku.
“ Tiga ribu aja, Mbak”.
Aku mengeluarkan selembar dua puluh ribuan. “Mbak..uang pas aja..”sela Bapaknya.
Saya mencari ribuan di dompet Tapi ..uups! ada sih..hanya saja. Dua ribu dan seribu yang penuh dengan ‘luka’ disana-sini.

“mm..pak..saya tuker aja deh, dua puluh ribuannya” kata ku.
“Loh..itu bukannya ada, Mbak?” kata Bapaknya yang ternyata memperhatikan dompet saya (wah..ketauan deh).
“Tapi..Ini uangnya jelek, Pak..”.
“Ah, Gak apa-apa, Mbak..yang penting uang. Daripada repot-repot tuker”.
“mm…iya deh..kalo Bapak gak keberatan. Aduh..tapi maaf banget ya, Pak..”kataku tak enak sambil menyerahkan dua uang kertas itu.
“Iya Mba..gak apa-apa. makasih ya Mbak..”
“i.iya, Pak..sama-sama..”

Ya Alloh. Aseli! Jujur. Saya bener-bener gak enak banget sama bapak montir itu. Harusnya sebelum pergi, saya sisihkan saja dua uang itu. supaya gak terpakai.

Dan..orang ikhlas kedua yang pernah saya temui adalah Bapak Tukang Parkir. Adik kosa saya memberinya uang seribuan yang tak lagi elok dipandang. Saya tegur dan saya suruh ganti. Tapi kata bapaknya, “gak apa-apa, Mbak..yang penting masih berwujud uang..”.

Aduh, nyeri euy!. 

Ternyata, ketika terjadi suatu transaksi. Entah jual beli barang atau jasa. Disitu bukan hanya sekedar kepuasan atau berapa nominal yang dikeluarkan. Tapi juga ada sisi “pemberian” yang kadang terlupa sebagai seorang pembeli atau pembayar.
Pantaskah kita memberikan pada seseorang dengan barang yang sudah jelek rupanya atau tak layak lagi?.



jika kita diberi uang kembalian setelah belanja dan ternyata uang kembalinya itu tak sebagus uang yang kita beri sebelumnya untuk membayar, bukankah kita tak menyukainya?. Lalu, mengapa terkadang kita iseng memberi uang kembalian yang jelek tadi pada orang lain lagi?. 

twitter ku bernyawa :)

“kiki kemana??”

“Jarang keliatan..”

“Jarang update ya?”

Begitulah komentar beberapa teman saya akhir-akhir ini. ah, ya, wajar memang. Jika ditanya seperti itu. mengingat status saya sebagai admin dari Facebook Puskomda Purwokerto. Hehe..

Saya cukup menelantarkan FB saya pribadi dan Puskomda .Astaghfirulloh..gak bermaksud sih, Loh?terus opo jenenge? Nge-les ae..hehe (maaf..sedang bercakap sendiri.hihi..). 

Jujur saja, saya pribadi sedang 'bermasalah' dengan jejaring sosial yang satu itu. jika dievaluasi, cukup tak adil jika menyangkut rasa ke-profesionalan saya sebagai seorang admin. Hh..sebenrnya gak Cuma di FB aja sih. Y!m, FS (ini dah lama banget), My space, hi5, netlog, koprol (hmm, apa lagi ya.lupa karena sangking banyaknya! ). 

Tapi saya sedang malas bercerita panjang lebar mengapa saya menarik raga maya saya dari dunia FB. Sampai suatu saat, saya ingat bahwa akun dunia maya saya ga Cuma satu (lah..?). hehe..ada twitter yang masih ‘ramai’ dengan ‘penghuninya’.

Well, saya cukup interest akhirnya. Padahal buat akun itu sudah dari tahun 2009. Tapi hanya sesekali buka dan nge-twit (istilah update di twitter).
Followers saya masih sangat sedikit. 2009-2011 hanya 98!.
Gak sebanding dengan teman saya yang lain. Yang followers-nya sudah sampai ratusan. Wow!.

Saya sih, ga berminat memperbanyak followers. Saya malah lebih senang following 'orang-orang' tanda kutip. maksudnya ya..orang-orang yang menurut saya, penting ga cuma di hidup saya tapi juga penting bagi orang kebanyakan (ngerti kan?). Haha..tapi bukan berarti dalam kehidupan nyata, saya lebih suka jadi Follower. Gak deh. Tapi sampai detik saya menuliskan tulisan ini, follower saya : 182.  Komentar teman saya yang sejak lama aktif di twitter, “Gilee.. perasaan baru aktif lagi 2 bulan lalu deh. Koq udah lebih banyak aja followernya ya”. Saya hanya tertawa saja mendengar celotehnya. 

Memang yang namanya buatan manusia itu gak ada yang sempurna. Pasti ada aja yang namanya plus-minus. Tentu ini dalam konteks social network. Tapi..buat saya, ketika saya sedang merasa nyaman dengan twitter, ya..why not gitu, untuk memanfaatkan plusnya?. Toh gak rugi juga.

Buat saya pribadi, untuk masalah berita, informasi atau ilmu (istilah di twitter : kultwit) tentu lebih update twitter ketimbang FB atau yang lainnya. Tergantung siapa aja yang kita follow pastinya. Kalo yang kita follow sama aja dengan yang di FB (temen2 dari jaman TK- kuliah, atau kerja misalnya) ya sama aja jatohnya ma yang di fb. 

Jadi ya rugi kalo kita Cuma nge-follow ‘itu-itu aja’. Hehe. Tapi itu hak anda, sih ya. Kan tiap orang di twitter punya kepentingan berbeda-beda. 

So? Selamat berpetualang di jejaring social network yang anda punya. Dan semoga memberi banyak manfaat. Yang penting jangan lupa pada kewajiban anda di dunia nyata (kecuali, kewajiban dunia nyata anda adalah dunia maya ) -> nyindir diri sendiri. hihi ^_^

oh iya, bagi yang ingin tau akun twitter saya, boleh (pede banget deh) gak apa-apa, kan? hehe.. @sunflowermuslim. selamat bergabung !

14 Oktober 2011

secuil hikmah dari hari ku

Tadi pagi saya agak mengeluh. Karena lagi-lagi saya mendapat suatu nikmat yang disebut sakit.Saya cukup terheran dengan tubuh yang terkadang tak bisa berdamai dengan aktivitas saya. Tapi kalau difikir-fikir, kegiatan saya sudah agak minimal dibandingkan tahun –tahun yang lalu. 

Makan teratur, bergizi, olahraga?.

Manusia berusaha dengan kata tawazun yang didahulukan niat. Alhamdulillah..terlaksana semua itu. walau kadang, ada ‘absen’nya juga dalam ke-istimror-nya (hloh?).

Bersyukur saja atas segala sesuatunya. Cobalah kau tengok lebih jauh kata hikmah yang sering terdengungkan. 

Dua hari lalu helem saya dipinjam oleh salah seorang teman. Saya iya-kan saja karena memang belum dipakai oleh saya saat itu. janjinya, esok pagi akan dipulangkan. Tapi, saya tunggu kehadirannya ternyata tak datang juga. “lagi sibuk sepertinya” . ya, saya kenal beliau yang adalah seorang aktivis mobile. Lalu saya sms, barangkali beliau lupa dan tugas saya mengingatkan. 

Alhamdulillah..mendapat balasan.

“iya ukh..afwan ya. Nanti sore ya”
“Ok. Saya mau pergi ba’da ashar. Jadi kalo bisa, sebelum jam segitu ukh..” balas saya.

Sudah hampir pada waktu saya untuk ‘melingkar’(agenda saya sore itu). Namun, saudari saya sepertinya masih sibuk dengan rutinitasnya. Ya sudah lah, Kalau boleh dibilang, saya itu tipe orang yang tidak terbiasa gak pake helem saat berkendara. Jadi lumayan was-was dan tidak tenang. Tapi..Bismillah. Gak terjadi sesuatu apa pun.

Memang sih, dari siang badan saya sudah memberi saya sinyal bahwa imunitas saya sedang turun. Dan parahnya, sore itu, ketika saya pergi, saya lupa memakai jaket karena terburu-buru. Benarlah!. Segala sesuatu yang terburu-buru ada campur tangan syaithan disana. 

Pulang dari agenda pekanan saya-maghrib-selesai sholat, saya rebahkan tubuh sejenak melepas lelah sebelum candle light dinner (halah) dengan adik kos saya. Selesai membeli makan , kami mampir dulu ke salah satu rental komik-novel untuk mengembalikan novel yang adik saya pinjam. Saya hanya menunggu diluar. Kalau ikut masuk, takutnya malah jadi lama. Hehe..

Oh, Hujan!.gerimis kecil. Malas saya bernajak dari atas Pinki (nama motor saya). 15menit berlalu dengan hasil ‘baju basah’ dari atas kepala sampai ujung kaki. 

“Mba kiki kenapa ga masuk?”.

Saya nyengir aja. Malas berbuah sakit. Selesai makan malam, saya langsung demam tinggi. 

Ah, hikmah..
Aku banyak menemukanmu disana. Tak seharusnya saya mengeluh. Nikmati saja. Toh, Alloh sedang menggugurkan dosamu. Bukan begitu?

Cerita dari Angin yang Mampir ke Gubuk Rasa

Tadinya,siang ini banyak kata yang ingin saya tuangkan agar menjadi paragraf utuh. Tentang banyak hal yang terjadi kemarin dari kamar berukuran 5x6. Tentu, dengan bantuan beberapa ‘orang’ ,walau bukan suara yang hadir. Hingga mugkin saja, bukan hanya saya yang pernah ‘ditemani’ oleh mereka.

Dipinjami beberapa buku oleh salah seorang teman, membuat saya betah berlama-lama tak menyentuh hape atau leptop. Dunia saya berpindah atau sebutan yang sedang nge-ternd sekarang adalah autis.

Sebuah bacaan yang cukup mengaduk emosi saya. Tere Liye dengan ‘moga bunda disayang Alloh’. Hadir dalam ruang rasa saya. Membuat saya menerawang jauh, mengingat seraut wajah yang selalu hadir dengan senyum kala tangisan saya tak kunjung mereda karena ujian-Nya. Sebongkah cinta yang tiap harinya disuguhkan menemani diri . Sebait do’a yang selalu pasti ada tentang aku-nya, dan ia pinta pada-Nya.

Saya ingat pernah menuliskan sebuah status di facebook : setiap orang memiliki kisah sendiri dalam hidupnya yang bertema klasik namun asyik dan menarik : keluarga.

Iya. Walau kadang beberapa ada yang temanya mirip antara yang satu dengan yang lain. Ah..tapi bukankah  takdir yang membentuk sebuah kisah hidup hanya Alloh yang Tahu dan pegang?.

Mari, saya ceritakan sebuah kisah yang belum ada akhirnya. Seperti biasa, saya agak-agak takut jika menuliskan tahap ending. Entah kenapa..mungkin kekhawatiran bernasib sama dengan si tokoh atau karena belum tau, tokoh itu akan berakhir seperti apa. ah..fiksi yang terinspirasi dari raga nyata hanya menimbulkan sebuah euforia tak jelas. Atau kah sebaliknya? . silahkan membaca dan menerka.

Gadis itu benci sekali praktimum biologi hari ini. Tes golongan darah. Dua malam ia tak bisa tidur karena memikirkan hal ini, membuat  kantung hitam di sepasang matanya.

Siang..cepatlah berlalu, pintanya.

Ia benci disuntik. Pernah dulu ketika ia masih kecil, ada program dari puskesmas setempat untuk memberi vaksin pada anak-anak yang masih bersekolah dasar.  Benar saja, ia mampu menahan tangis saat jarum suntik berhasil masuk ke dalam lapisan kulitnya. Lima menit, sepuluh menit. Brukkk! Gadis kecil itu pingsan di tempat duduknya.

Hhhh… gadis itu menghela nafas panjang. Terlihat jelas sekali, rona merah di paras ayunya itu mendadak  pasi kala Bu Evi, guru biologi memasuki ruang praktikum.

Ugggh! Ada yang seperti meninju ulu hatinya.

Beberapa teman dekatnya berkali-kali menyanyakan apakah ia baik-baik saja. Dan hanya anggukan pelan yang mampu ia beri sebagai jawaban. Semua orang juga tahu, bahwa anggukannya itu hanya kebohongan belaka. Bukan jawaban dari hatinya. Tapi mau bagaimana?.

Ia terus memandangi telujuk kirinya yang akan di tusuk jarum. Kuat, aku pasti kuat..batinnya meyakinkan.

“Pelita!”

Ah. Nama itu akhirnya tersebut jua. Ia tarik nafas dalam-dalam, lalu dihembuskannya. Kuat, aku pasti kuat..
Sampai di depan, agak ragu ia menyerahkan telunjuk kirinya itu. matanya terpejam kuat. Dan..
“Arrgh!huhuhu”. darah diteteskannya pada dua bagian –kanan dan kiri- di object glass.

“sudah “ kata bu evi. “segera  beri reagen”.

Gadis berkerudung putih itu mengambil dua reagen. Bagian kanan ia teteskan reaen anti A dan bagian kiri, reagen anti B. sambil mengaduk pelan agar bercampur dengan darah, terngiang kembali percakapan semalam dengan kedua orang tuanya.

“Ayah apa?”

“hmm, 0, nduk”

“Ibu?”.

Tak ada rekasi. Malah melengos ke kamar. Pelita sama sekali tak paham mengapa Ibundanya berlaku aneh begitu. Wajah bingungnya itu hanya diusap pelan ayah, “pergi tidur. Takut besok kesiangan”. Ah..apa susahnya sih, bilang kalau golngan darah Ibu  sama kayak ayah?. ya, pelita pernah tanpa sengaja melihat Kartu Tanda Penduduk milik ibunya dan jelas-jelas tertera. Gol. Darah : 0.

Setidaknya, ia sudah memiliki jawaban saat ada temannya yang bertanya tentang golongan darahnya. Dengan ilmu biologi yang ia pelajari sebelum praktikum, tentulah ia juga memiliki golongan yang sama dengan ibu dan ayahnya.

Bukk! Hampir saja pelita jatuh jika tangan kirinya tak segera memegang meja praktikum. Tapi..tunggu. ia bukan hampir pingsan karena ujung jemari telunjuknya yang barusan ditusuk atau karena phobia darah dan jarum suntiknya seperti saat ia masih SD.

“gak mungkin..”lirihnya. Ini pasti ada yang salah.
“wah, kamu  A ya, pelita?” Tanya temannya yang  membangunkan ia dari lamunan.
“Iya.. liat aja, Anti A aglitinasi positif. Anti B aglutinasi negatif” Yang lain menimpali.
Gak..Ga mungkin! Ini pasti salah!. Batinnya berteriak.
**
Delapan tahu terlewati sejak kejadian ‘tes golongan darah’ itu. pelita tak ingin mengingkari kebenaran walau ada sejumput kebimbangan yang bertahun-tahun ia simpan.

Semua ia simpan sendiri. rasa penasaran, bingung, cemas, tak mengerti hanya mampu ia pendam dalam-dalam. Ya, sendiri. Ia punya kebiasaan baru sejak kejadian itu. mendongak ke langit tatkala semua rasa itu muncul. Entah..mungkin menahan tangis. Atau menahan seujta tanya yang penuh sesak menyelimuti dada.

Gadis itu hanya mampu bercerita pada angin tentang semua rasa itu, bertahun-tahun.

Angin, bolehkah aku bercerita padamu tentang sejuta rasa yang lama ku pendam?.
Agar setelah ku ceritakan, kau membawanya pergi bersama air mata ku. Walau berulang. Tapi setidaknya, aku mampu tersenyum dan merangkai hari ku lagi selepas berkisah.


Ini tentang dua orang malaikat yang saat aku lahir ke dunia ini, memberi ku sebuah nama indah. Pelita. Kata orang, pelita itu artinya adalah cahaya. Dan aku tau, dua malaikat itu berdo’a agar aku menjadi penerang sekitar kala gelap menyeringai galak.


Angin, tahukah kau?.


Aku sangat sayang pada dua malaikat itu. jika kau ingin paham makna ikhlas, maka belajarlah pada mereka. Jika kau ingin melihat cinta tulus yang tak pernah putus, maka hadirlah diantara mereka. Kau akan merasakannnya. Dan aku, mendapat itu semua dari dua malaikat tersebut.


Do’a yang diajarkan oleh mereka, tentu saja selalu hadir ditiap bincangku dengan-Nya.


Tapi angin..tahukah kau?. aku tak pernah asing diantara mereka yang ku tau, tak ada keterikatan darah diantara kami. Sebuah fakta baru atau hanya gossip belaka mampir ditelingaku, bahwa tahun kelahiran saat aku dilahirkan ke dunia ini adalah tahun dimana orang tua yang sangat menyayangi ankanya, menukarnya dengan anak lain, berharap bahwa anak yang dilahirkannnya dapat tumbuh dengan baik dilingkungan keluarga yang baik pula. Dan semua itu makin membuat ku yakin, kala emosi mendatangiku dan bertanya pada adik dari ibu, dan beliau berkata “ibu sudah terlanjur sayang padamu”.


Angin..aku memandang cermin. Mata ini, hidung, bibir, telinga,alis, bulu mata, garis wajah. Semua ini mirip dengan siapa yang ada di dunia ini?. Aku tak menuntut banyak. Hanya ingin tahu dan meihat dua orang lain yang mirip dengan ku. Itu sudah cukup. Aku tak mengharap kasih sayang atau cinta dari mereka. Kaena itu sudah ku dapat dari dua malaikat yang sejak kecil ku panggil Ayah dan Ibu.


Aku pun tak kan iri dan marah pada dia yang wajahnya mirip dan berjenis golongn darah sama pada dua malaikatku. Tentu tidak. karena, ia  sama dengan ku. Tak tahu apa-apa.


Angin, aku benar-benar bersyukur dipertemukan dengan tangan hangat ibu saat ia memelukku erat. Berterimakasih saat wajah ku diusap sayang oleh Ayah.

Sungguh, aku adalah Pelita yang beruntung karena hadir ditengah lingkaran keluarga yang penuh dengan orang-orang bercahaya seperti mereka.

Pintaku, agar Alloh senantiasa membahagiakan mereka di dunia dan akhirat.
Agar suatu hari, aku benar-benar menjadi Pelita yang menerangi segala ketak jelasan.
Agar kelak masanya,  aku di kumpulkan dalam Jannah-Nya bersama dua malaikat ditambah dua orang lain yang menghadirkan ku ke dunia ini.

Begitulah, gadis itu tiap kali resah terhadap rasa yang datang menghinggap, ia ceritakan pada angin. Berharap angin sesegara mungkin membawa pergi rasa ‘kacau’ dan selaksa air mata darinya. Dan angin berhembus kemana ia pergi. Membawa pergi jauh bersama debu-debu gelisah. Sampai saat itu tiba. Saat jawaban diberikan. Saat cahaya benar-benar hadir dan menghapus kegundahan dari  hati gadis itu, pelita.