21 Februari 2016

Kotak Surat (bagian 2)



“Aku kembali, Ken …” bisik Ran pelan di tepi jendela pesawat saat mendarat. Ran pulang ke negara asalnya. Setelah sepuluh tahun yang lalu ia putuskan untuk menaruh suratnya di kotak surat cinta yang pernah Ken-sahabatnya sejak kecil- ceritakan.
***
Petrichor menyeruak. Masuk ke saluran pernapasan milik Ran. Air berdenting, berjatuhan seolah berima di atas genting rumahnya. Ran berdiri mematung bersisian dengan jendela kamar yang sengaja ia buka. Ia biarkan tempias membasahi wajahnya. Hatinya ikut kuyu. Tersapu air bernama rindu.
“Bukankah sekarang musim gugur?” tanyanya dalam hening. Ia masih bergeming. Tatapannya lekat pada rumah seberang. Rumah Ken yang tak berpenghuni.
***

20 Februari 2016

Malaikat Salju



“Lei? Sedang apa di sini? Kau belum pulang? Masih berseragam sekolah rupanya.” Lelaki yang sedang termenung dalam hujan salju yang baru saja turun itu terperanjat. Apalagi saat mendengar suara yang menyapanya barusan.

“Kau sendiri?” tanya Lei balik.

Tan Liu nama gadis yang menyapanya tadi hanya mengedikkan bahu dan mengerling jenaka. “Aku bosan di rumah. Makanya aku ke bukit belakang sekolah sore ini.”

Lei menautkan alisnya. Bosan? Adalah hal mustahil rasanya bagi seorang Tan Liu yang terkenal ramah dan ceria pada semua orang. Jika ada Tan Liu, maka di sana ada bahagia, tawa serta kehangatan. Berbeda dengan Lei yang pembawaannya sedingin salju. Tak banyak yang bisa berkawan baik dengannya.

“Jangan-jangan, kau juga sedang mencarinya ya?” Tan Liu mengacungkan telunjuk kanannya.

“O … mm, bukan…, ” Lei tergeragap menjawab. Ada semburat merah dan hangat yang menjalar di kedua pipinya. Kontras dengan wajahnya yang pucat akibat cuaca yang sangat dingin.

Tan Liu tetaplah Tan Liu yang tak mudah percaya. “Lalu untuk apa kau bawa senter itu? Sudahlah. Mengaku saja. Kau ingin mencari bunga itu di belakang bukit sekolah kita kan? Snow angel.”

Lei masih bergeming. Ia terdiam. Lei seperti seseorang yang tengah ketahuan akan mencuri. Sepasang tangan dan kakinya makin kaku untuk ia gerakkan.

“Tak perlu malu. Kita cari bersama yuk!” Tan Liu menarik lengan Lei.
***

Aku Sendiri?



Aku bersijingkat pelan. Mengendap keluar kamar. Hatiku kacau. Wajahku masai. Pikiranku carut marut tak karuan. Namun sepasang mataku awas. Kalau-kalau ada yang tahu aku keluar kamar.

Arakan mega mendung mewarnai langit menjadi kelabu. Parade kegelapan di langit tengah bersiap untuk pentas. Aku duduk di bangku sebuah taman kota yang tak lagi ramai. Sebab semua orang yang tadinya riuh berkerumun, memutuskan berlindung dari tetesan air-Nya yang sebentar lagi akan turun.

Aku? Sendirian? Takkan. Aku ditemani olehnya. Ia yang tadinya terkunci rapat sekali. Tiba-tiba saja muncul keluar. Ia lancang. Hadir bagai serpihan, dan dalam sepersekian detik membentuk bangunan kokoh. Pondasinya sulit kuhancurkan. Bangunan itu bernama rindu. Alamatnya di hatiku. Ah, walau bangunan tersebut tak megah nan mewah. Sederhana saja. Tapi buatku, ia cukup sempurna. Aku sendirian? Sudah kubilang kan, aku ditemani bangunan rindu.
***

[story blog tour] Kunci yang Diputar Tengah Malam



Ini adalah Challenge menulis OWOP (One Week One Paper), temanya STORY BLOG TOUR. Di mana member lain yang sudah diberi urutan absen melanjutkan sesuai imajinasinya di blog pribadinya.

Aku Kiki alias sunflower alias emud alias Rizki Khotimah (abaikan,ahaha), mendapatkan giliran untuk membuat episode keempat dalam serial story blog tour ini.

Episode 1 :  Senandung Malam - Nadhira Arini
Episode 2 : Rumah tua - Rizka Zu Agustina
Episode 3 : Misteri Sebuah Kunci dan Sesosok Bayangan- Cicilia Putri Ardila

 
Dan inilah episode keempat. Cekidot~

19 Februari 2016

[stroy blog tour] : Sebuah Salam dan Bayang Masa Lalu

Ini adalah Challenge menulis OWOP (One Week One Paper), temanya STORY BLOG TOUR. Di mana member lain yang sudah diberi urutan absen melanjutkan sesuai imajinasinya di blog pribadinya. Aku, Kiki alias Rizki Khotimah alias Emud alias sunflower (plis abaikan, wahaha), mendapatkan giliran untuk membuat episode ketiga dalam serial story blog tour ini.

Episode 1: Devi Asri Antika - Lelaki yang Tertelan Waktu
Episode 2 : Lisma Nopiyanti - Sepenggal Harap

Bismillah. Ini episode ketiganya. Yuk, dinikmati ceritanya. Walau banyak kekurangannya … mariii~

[Fanfic CCS] : Pesan dari Daidoji


Pemilik cerita CCS original tetap CLAMP, dan semoga cerita ini tidak merusak image tokoh-tokoh yang dibuat oleh CLAMP. Mohon dimaklumi apabila ada yang tidak sesuai dari cerita atau pun penokohan. Dibuat dalam rangka menyalurkan hobi, rasa gemas (haha) dan tempat kami mengasah kemampuan menulis.



[Fanfic CCS] : Prolog - Rahasia Dibalik Terkumpulnya Clow Card

Fanfic? Well, saya suka menulis sejak lama. Tulisan pertama saya adalah semacam novel. Tapi entah di mana sekarang tulisan saya itu. Inspirasinya datang dari rasa tidak puas saya atas drama Taiwan. Judulnya "My MVP Valentine" yang saat itu ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta, hehe. Dan, baru saat saya kuliah –tergabung dalam suatu komunitas menulis- saya tahu ada isitilah fanfiction. Yaaa, cerita fiksi yang dibuat karena si penulis tidak puas atas ending suatu film, cerita, atau apa pun itu. Namun dengan tokoh, karakter, dan dasar ceritanya ya dari film/cerita yang tadi.  Kira-kira begitu pengertian fanfic yang saya tahu, hehe.

Beberapa waktu lalu, saya dimanahi oleh seseorang untuk semacam share terkait menulis di suatu komunitas menulis.  Untuk mendalami materi share tadi, saya meluncur ke youtube. Dan oh? Saya menemukan kembali anime Cardcaptor Sakura (CCS) yang diputar saat saya masih kecil. Sekian lama tak pernah menonton anime itu lagi, huah! Rupanya banyak keanehan. LGBT juga ada di sana … saya menghela napas panjang dan tak percaya. Namun, si pembuat anime begitu ‘rapi’ menyembunyikan LGBT dalam anime ini. Entah yang di manga… saya hanya pernah satu kali baca di vol. yang saya juga lupa ke berapa. Ya ampun…

Kemudian saya diskusi dengan Zu. Baiklah. Saya kembali ke niat awal untuk belajar membentuk karakter tokoh. Dan terjadilah! Saya dan Zu sepakat membuat fanfic CCS. Tentu dengan menghilangkan unsur LGBT yang kerap muncul di anime. Saya dan Zu sependapat bahwa dalam anime ini, pasangan yang lumayan tak banyak menyimpang –walau tetap saja menyimpang mengingat mereka masih anak SD- adalah tentang Sakura dan Shaoran. Karena itulah, kami mencoba membuat fanfic ini dengan setting masa remajanya mereka. Bukan lagi anak SD.

Tentu jika kalian yang membaca ini, ingin sedikit nyambung dengan fanfic yang saya dan Zu buat, ada baiknya menonton sekilas di youtube atau membaca sinopsis CCS. Oh, saya sedang coba membangun tokoh Shaoran yang dingin namun juga hangat. Secara, banyak tokoh laki-laki di cerita pendek atau flash fiction yang sering saya buat, kebanyakan adalah puitis nan romantis, heu. So, cekidot kalau ingin membaca. Kalau gak, lewati saja postingan ini :D. Satu lagi, sambil membuat chapter fanfic ini, saya ditemani oleh lagu yang cukup menguras emosi saya : My Immortal by Evanescence