Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

21 Februari 2016

Salah Alamat




Gambar dari sini
Sajak ini bertuan
Aksaranya terhimpun dari perasaan ;
cinta bercampur rindu sebongkahan
Hanya keliru kualamatkan
Harusnya bukan untuknya, Kawan
Sebab ia telah punyai pasangan halal ‘tuk dirindukan
Jadilah aku pungguk benar-benar merindukan rembulan

Janji Juli



juli,
daun meranggaskan diri
berteman sunyi
sepi
pada detik ke-60 ia berjanji,
“Aku akan kembali.”

juli,
(setahun terlewati)
daun (masih) meranggaskan diri
berteman sunyi
sepi
pada detik ke-60 ia berjanji,
dengan cincin melingkar di jari
“Jangan tunggu aku lagi pada musim mendatang yang semi.”

'Ayah', 'Bunda' Seperti Apakah Adam dan Hawa?



mereka ‘menikah’ dengan bahagia
berbekal cinta yang fana
cinta mereka bukan hanya buta
tapi malapetaka

tahun berganti
sang ‘istri’ merasa sunyi
mereka konsultasi
kepada para ahli
sembilan bulan terlewati
hadir bayi mungil laki-laki

sang bayi bertumbuh remaja
ia,
bertanya, “Ayah, Bunda, proses tercipta manusia bukankah lewat adam dan hawa? Namun kenapa Ayah dengan adam tak serupa? Berbeda?”

sang remaja bertumbuh dewasa
ia nelangsa
terkucilkan dari dunia
manusia memandang mereka sebagai ‘keluarga’ hina
ia murka!
atas nama hak asasi manusia
ia ambil nyawa 'sepasang’ manusia
yang ia panggil ayah bunda

oh, dunia
bacalah kisah nyata
terjadi dahulu kala
dalam kitab suci, firman-Nya
apabila,
tak sesuai dengan ketentuan-Nya
melanggar ajaran-Nya
congkak lagi menantang-Nya
tunggulah adzab pedih dari-Nya