27 Maret 2012

(share) kajian tazkiyyatun nafs 25 maret 2012

Kali ini mau nulis yang udah kudapat dari kajian Tazkiyyatunn Nafs di masjid Daarussalam PJKA tiap hari ahad ba’da maghrib sampai Isya’. Tapi gak semuanya sih, ini yang hari ahad kemarin aja. Tadinya mau ditulis dan share hari ahad malemnya. But, my body gak kuat menahan rasa lelah. Hoho..

Sangat sering kita membangun hubungan dengan manusia. Tapi how with Alloh?. For sure, with your IMAN. Terus, apa aja sih yang mempengaruhi iman itu?. Let’s see.. Ini baru tiga yang dibahas. 

-  Banyak merenungkan ayat-ayat Alloh.
-  Banyak berdzikir. Yap!.
Dzikrulloh. Pasti gak asing dong sama Qs. Ar-Ra’ad ayat 28. Yeah “Alaa Bidzikrillahi tathmainnul quluub”. Hanya dengan mengingat-Nya, hati menjadi tenang. Hubungan baik kita dengan-Nya juga akan menjadi baik.
 - Tawakkal pada Alloh (Ustadznya itu lagi bahas yang poin ketiga).
Tawakkal itu berasal dari wakkal yang artinya menyerahkan urusan kepada orang lain. Kalau tawakkal ‘alalloh?. Jelas dong, menyerahlan urusan pada Alloh. Tawakkal itu dilakukan setelah kita berikhitiar keras dan berdo’a. Ikhtiar untuk akhirat dan dunia pastinya.

Kenapa tawakkal bisa membangun hubungan dengan Dia?. Why?.

Karena tawakkal itu bentuk percaya. Ibarat kita aja ke manusia. Pada orangtua atau teman kita saat kita minta tolong sesuatu. Mau gak mau, kita harus percaya pada dia yang kita mintakan tolong. Dengan gitu, hubungan baik akan tetap terjaga. Kita memercayakan apa yang kita harapkan, tapi kita marah-marah atau sebentar-bentar tanya ini-itu. Coba, rasanya gak enak, kan?. “Ih, ni orang gak percayaan amat sih”. Nah, munculah rasa ‘gak enak’ itu. Hubungan kita? So pasti, jadi agak gimana gitu. 

Well, buka deh Qs. Yunus ayat 84, “Dan musa berkata “Wahai kaumku!. Apabila kamu beriman kepada Alloh, maka bertawakallah kepada-Nya, jika kamu benar-benar orang muslim yang berserah diri”.  Ibnul Qoyyim Al-Jauzi berkata, “Kuatnya tawakkal menunjukkan kuatnya iman seseorang”. Kalau merujuk dari Yunus 84, ya emang begitu adanya.

Menurut Imam Al-Ghazali, orang yang bertawakal memiliki empat amal :

1. Berusaha meraih sesuatu yang bermanfaat.
2. Menjaga sesuatu yang bermanfaat itu ketika menjadi milik kita.
3.   Menolak segala sesuatu yang membahayakan.
4. Menghilangkan segala sesuatu yang menimpanya.

Kok bisa?. Jelas dong. Karena ada ikhtiar dan do’a, kemudian di sandarkan pada kepasrahan yang berharap hanya pada-Nya.  Dan hubungan baik dengan-Nya pun akan segera terjalin.

“Terkadang kita terlalu kerdil dan cepat berprasangka buruk pada-Nya saat takdir menyapa dan tak sesuai dengan yang kita harapkan. Sebab kita hanya melihat sesuatu yang nyata, yang ada dihadapn kita. Tapi ingatlah, Alloh melihat jauh sekali kedepan. Alloh tahu yang terbaik untuk kita”. 

Semoga bermanfaat ^_^

26 Maret 2012

(curhat) A Cozy Poison

Banyak banget sih, Illmuninati. Arrgh!.

I found a cozy’s song. But, it’s a poison!. Haha. Damn it!. Astaghfirullohal’adziim. Ini berawal ketika liburan di rumah beberapa bulan lalu. Kebetulan Teve di lantai atas lagi rusak, dan cuma teve bawah yang normal. Jadinya ya males aja kalo ke bawah hanya untuk nonton. Teve di lantai bawah nyala kalau emang udah waktunya sekeluarga  ngumpul. Hehe..

So?. Di kamar mainan Neebi sambil dengerin radio. Aku sih emang dari SMA suka dengerin radio. Dulu udah pernah bahas stasiun radio apa aja yang biasanya kuikuti di blog Multiply. Tapi ketika waktu memaksaku untuk stay di Purwokerto, jadi jarang deh dengerin radio. Soalnya gak ada stasiun yang asyik. Haha..

Nah, waktu dengerin Gan FM (98, 7) ada lagu asyik. Apa nih?,batinku. Tapi ini lagu buat dugem banget yak. Heuheu. Eh, kata penyiarnya “Yap. Rihanna with we found love”. Astaghfirulloh.. emang, illuminati itu bisa bikin sesuatu, ya entah film, lagu, gambar atau apa pun lah yang emang bagus, keren, cozy, nice..atau apalah namanya. But, the fact is, they’re a poisons!. Tapi sorry, waktuku lagi gak banyak nih jadi gak bisa bahas about Zionis, Illmuniati and the gank. Lain waktu insyaAlloh. 

Saran saya, setelah baca postingan saya, jangan ada yang coba-coba searching lirik atau music dari Rihanna yah!. Kalau masih cari, ya gak apa-apa sih. Tapi sama aja kalian dengan menenggak racun. Mungkin efeknya gak dalam waktu dekat. Tapi kedepannya?. Siapa yang bisa menjamin kalau kalian gak keracunan?. 

^_^

(curhat) Rencana Hari Ini :)

Perfect day!. 

Yeah..Alhamdulillah. 

Pagi ini ketemu teman yang dulu satu lingkaran. Dia ke purwokerto untuk legalisir ijazah. Ketemu jam setengah tujuh pagi. Pagi banget yaaa. Soalnya jam sembilannya, aku udah harus di Rumah Sakit Margono. Hehe..

Kejadian yang dulu sering terjadi saat berangkat ngaji bareng terulang. Kosan dia kan deket jalan besar, jadi kalau mau pergi-pergi pake helem. Nah kalau lagi gak ada helem, liat di lampu merah pertigaan sumampir ada polisi atau engga. Kalau ada, jalan dulu sampai ngelewatin polisinya. Haha.. Tadi pagi waktu nganterin dia ke fakultasnya juga gitu. Hihi. Walau cuma sebentar, tapi gak apa-apa.. yang penting ketemu. Senang saat tahu dia baik dan sudah mendapat batu loncatan hidup. 

Setelah itu langsung ke rutinitas. Margono. Yap!. Aku bahagia banget karena menemukan ruangan yang bisa kujadikan tempat ‘persembunyian’. Haha..  Perpustakaan Rumah Sakit Margono. Arrgh, suka banget sama ruangan itu. Banyak bukuuuuuu. Aseli!. Kalap banget aku waktu liat buku-buku kesehatan bertebaran disana. Apalagi menyangkut dengan skripsiku. Udah gitu ketemu banyak dokter muda (Gak nyambung. Hehehe..). 

Selesai dengan ‘kerjaan’, tancap gas ke kosan. Rencana siang ini adalah ke cilacap ambil passport naik motor sama Mbak Yenni dengan kecepatan lebih dari 60 km/jam, soalnya takut kantor imigrasinya tutup. Wew.. Alhamdulillah selamat sampai tujuan. Yeah!. I get the passport. Sebelum pulang, mampir ke rumah Mbak Yenni dulu.Disana habisin buah salak  dan rambutan yang disuguhin ibunya Mbak Yenni. Haha.. Pulangnya, “Mbak, aku gak ngebut ya. Lagi capek banget nih..”.

Di perjalanan.. 

“ Kok udah sampe patikraja aja ya. Haha..” kataku. 

“Jadi ini yang namanya gak ngebut??”. Plaak!. Helemku digeplak dari belakang. Hehe. Tahu dong maksudnya apa.. Yah, sebenernya sih, menurutku itu gak ngebut. Tapi ternyata persepsiku berbeda dengan Mbak Yenni. Hihi. Totalnya adalah cilacap-purwokerto hanya satu jam kurang saudara-saudara. Jangan pernah ditiru ya!.Sampai purwokerto, mampir ke indomaret beli es krim kesukaanku. Rasa Vanilla. Hm, Sukaaaa banget. 

Yap!. Perfect day to me. Why?. Karena semua sesuai rencana. Seneng banget. Silaturahim dapet, ‘kerjaan’ beres, passport keambil, beli es krim vanilla. Ah, satu lagi. Kosan pun sudah ramai lagi dengan penghuninya. 

Say it, Alhamdulillahirobbil’alamiin. Segala puji bagi Alloh, Tuhan semesta alam. 

Saatnya istirahat karena badan udah ngerasa ‘remuk’. Take a rest. Seperti firman Alloh di Qs. An-Nabaa ayat 9 “Dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat”.
Semoga esok bisa lebih baik dari hari ini. Begitu juga dengan kalian ^_^.

25 Maret 2012

(share) Bukan Pelangi di Malam Harinya Vidi

It’s about rainbow in the night..

Seperti yang kita tahu, pelangi itu terbentuk karena adanya pembiasan cahaya oleh tetesan air yang ada di atmosfer bumi. Aku ingat saat SMA ketika praktikum Fisika, menggunakan prisma untuk membelokkan sinar matahari. Yap, terjadilah bias itu!. Mejikuhibiniu yang kita lihat. Begitu pun dengan air hujan yang mampu membiaskan, dan menyebarkan sinar matahari yang tak lain merupakan cahaya polikromatik yang terdiri dari beberapa warna. 

Nice scenery, isn’t it?. MasyaaAlloh.

ini jepretanku sendiri waktu di danau singkarak
Aku tergilitik menulis tentang pelangi karena winamp di Neebi (Nama Lepiku) memutar lagunya Vidi Aldiano dengan judul Pelangi di Malam Hari. Kalau secara ilmu, emang bisa?. Sure!. Saat bulan berada dititik terendah dan hampir sempurna purnama. 

boleh copas
Hm, jadi penasaran sama yang ciptain lagunya Vidi. Kenapa tertarik kasih judul pelangi di malam hari ya?. Kalau dari segi lirik sih, intinya tentang keikhlasan seseorang dalam mencintai. Cinta bertepuk sebelah tangan yang tak harus memiliki. Menanti cinta dari seseorang yang kita cintai itu memang bukan suatu hal mustahil. Segala cara sudah kita tempuh untuk mendapatkannya. Namun yang terjadi?. Terkadang cinta kita terlalu besar hingga lupa memberi ruang kelogisan kita untuk menilai apakah dia yang kita cinta bahagia atau tidak. Ibarat menanti pelangi di malam hari. Cinta bisa saja berbalas. Tapi perlu waktu yang lama dan dengan keajaiban dari-Nya. Karena cahaya bulan purnama pun tak selalu bisa membuat pelangi kala hujan turun di malam hari. 

Terus kalau menikah tanpa pacaran?. Loh?. Kenapa nyambung kesitu, sih?. Muncul pernyataan “Kalo gitu, nikah tanpa pacaran itu sama aja nunggu pelangi di malam hari dong”. Hm, bisa jadi. Karena mungkin keduanya belum ada rasa cinta saat pertama berkenalan. Tapi, atas izin Alloh, dengan cara-Nya, Ia menyuruh malaikat memberi sepaket heroin cinta pada kedua pasangan yang menikah dengan alasan mendapat ridho-Nya. Entah kapan.. Mungkin saat akad, saat resepsi, who’s knows?

Hihi.. Kenapa juga jadi kearah sana?. Ah, gak apa-apalah.. Haha (ketauan banget geroginya, sih.. Hehe). 

Sekian share dariku ^_^ .

24 Maret 2012

(Kisah) Aku, kamu dan hujan

#1

Aku, kamu dan hujan. 

Ada kenangan ditiap bulir air yang jatuh. Saat kita sama-sama khawatir karena teringat pesan Bunda agar meneduh sejenak ketika Tuhan menyapa makhluk-Nya dengan air. Namun dengan entengnya, langkah kaki kita berkejeran riang dibawah tetesan air milik-Nya yang turun dari langit. Kutangkap gurat ketakutan diwajahmu saat menatapku yang menggigil kediginan.  Tergopoh kau menggendong tubuhku yang suhunya meninggi dengan tiba-tiba.  Sesampainya di rumah, kau menangis sebagai tanda penyesalan karena sengaja melupakan pesan Bunda. Seperti yang kita tahu, Bunda hanya tersenyum, membelai rambutmu, dan berbisik pelan, “Tidak apa-apa, sudah.. tidak perlu menangis”.  Secangkir cokelat panas hadir melelehkan rasa cemas yang menggelayut dihati kita. Hujan pun berhenti tanpa pesan sebelumnya.

#2

Aku, kamu dan hujan.

Aku tak pernah ingin kehilanganmu. Tahukah?. Bibirku kelu tuk katakan. Tapi aku tahu, tanpa kata-kata, kau sangat pahami diriku. Isyarat tubuhku, kau yang paling hafal. Bagaimana saat aku merajuk manja, tak senang, sedih, marah. Ah, karena itulah aku tak dapat berbohong dihadapanmu. Diam-diam aku menyelipkan do’a yang membuat pipiku merona didepan jendela saat hujan menyapa. Sampai ia pergi tanpa pesan sebelumnya. 

#3

Aku, kamu dan hujan.

Kau berbisik, “Hey, pelan-pelan. Jangan sampai suara langkah kakimu membangunkan Ayah dan Bunda..”. 

“Hihi..Iya, Kak. Cokelat panasnya giliran Kakak yang buat”.

Malam itu kita ke dapur untuk membuat dua cangkir cokelat panas karena dinginnya hujan menyergap tubuhmu yang saat itu tengah belajar sampai larut. Dan aku setia menemanimu dengan sesekali berceloteh dan bertanya ini itu. Kau tak keberatan..

“Tapi Ayah, Bunda takut melukainya..” 

Suara Bunda menghentikan langkah kaki kita. Aku dan kau berdiri di depan pintu kamar sambil menempelkan daun telinga. Menguping..

“Ayah tahu itu.. Tapi bagaimana pun, kita harus menceritakan yang sebenarnya. Bahwa.. Rainy bukan anak kita yang sesungguhnya. Ia ditukar oleh ibu kandungnya saat di rumah sakit…” .

Tanpa pikir panjang, kau menarik lenganku menjauh dari percakapan yang seharusnya bersifat rahasia itu. Aku tahu kau juga bingung mau bersikap bagaimana. Apalagi aku.. Aku yang menjadi tokoh dalam perbincangan tadi. Aku yang sedang menerima kenyataan. 

“Aku tak bisa tidur..”

Sekali lagi kau menarik lengan, dan membawaku ke tempat persembunyian kita. Loteng. Aku terisak pelan sambil membenamkan wajah. Kali ini kita bertukar posisi. Giliranmu yang menemaniku bersama hujan yang memperdengarkan simfoni menyayat hati. Sampai ia berhenti dan pergi, sebagaimana sebelumnya.. tanpa pesan atau kata apa pun. 

#4

Aku, kamu dan hujan. 

Kita memutuskan untuk menyimpan rahasia aksi pengupingan malam itu. Belasan tahun telah berganti. Ayah dan Bunda juga diam. Tak ada yang berubah. Semua terlihat baik dan normal. Aku juga tidak mau bertanya lebih jauh. 

Hanya satu yang berubah. Yakni perasaanku padamu. Belasan tahun sejak kenyataan yang kudengar saat itu, ada sedikit bahagia yang bersemayam dalam diam. Kau bukan kakak kandungku. Itu artinya, aku diperbolehkan memiliki rasa lebih padamu. 

Mungkinkah ini jawaban do’a yang dulu pernah kubisikkan pada Tuhan saat hujan turun?. Kelak, aku menginginkan lelaki yang bisa menjaga cintaku seperti kau yang selalu melindungiku. Dia menjawab permintaanku layaknya buah durian. Diluarnya ada duri tajam, namun rasa didalamnya sangatlah  manis dan menyenangkan.

#5

Semburat jingga muncul diufuk barat sungai Rhein. Empat tahun aku pergi meningglkan rumah dan tanah air. Bukan karena kenyataan pertalian darah yang kutahu. Tapi karena…

“Rain sayang, kenalkan, ini Sunfy.. Pacar Kakak..”. Geludaaar!. Seketika petir menyambar dahsyat. Hujan pun turun deras. Kusambut uluran tangan dengan hati beku, padahal saat itu kau membawakanku secangkir cokelat panas. Dan disnilah sekarang aku terpaku setelah terhanyut waktu kala hujan turun. Perancis. 

Tiba-tiba saja langit menjadi gelap saat hati mengenangmu. Aku tak lagi suka mendengar alunan melodi hujan. Karena membuatku sesak. Aku semakin mengingatmu. 

Aku terlambat berteduh dari gerimis. Kubiarkan air-Nya menyentuh lembut wajahku. Mengalir bersama airmata yang akhirnya tersamarkan. Waktu tak selalu berperan menjadi obat. Ia bisa menjadi trailer film drama kehidupan secara tiba-tiba. Aku ingin hujan berhenti dengan pesan sebelumnya. Agar aku bersiap melangkah maju menyusuri waktu, bertemu pelangi. 


- Inspirasi : Hujan, Senja, Pelangi, dan hati-

06 Maret 2012

Jangan Ditiru Menulis Ini Semua!

Gak tahu kenapa, sedang ingin menuliskan hal-hal yang menurutku sekarang,  gak mungkin banget aku bisa melakukan hal-hal bodoh dan mengalamai kejadian kayak gitu. Tepatnya koreksi diri kali ya.. Haha.

1. Heboh di Kampus setelah pelantikan KHALIFA (Keluarga Mahasiswa Muslim Farmasi) Unsoed tahun 2009, “Huwaaaa..Motorku Ilaaaang”. Padahal Cuma dipindahin parkirnya sama temenku *Plak*.

2. Buat bingung ‘Mbah’, selaku tetangga depan dan temen satu kontrakan tentang kunci motor. Hehe..Ya Alloh, waktu itu nyampe obrak-abrik kamar, jungkir balik di kasur (lebay) tetep gak ketemu. Udah berlinangan air mata aja. Tapi iba-tiba dengan polosnya, kunci motor muncul dengan sendirinya di suatu tempat (Hehe..). mm, itu terjadi beberapa kali. 

3.Ke Indomaret deket kosan dengan membawa wajah melas sambil bilang, “Mbak, kalo ada dompet saya, jagain dulu ya. Warnanya cokelat ada garis putihnya”.  Gak tahu kenapa.. Ade kosan iseng banget balik tasku dan digoyangkannya kuat-kuat. Tadaaa..Ada dompetku.

4.Pagi adalah waktu yang tepat buat nge-net karena koneksi yang cepat. Tapi..kesenangan temanku yang tinggal di Rumah Susun Mahasiswa dekat GOR  pagi itu, kuganggu dengan aduan STNK motorku yng ilang saat sedang jogging. Well, dengan baik hatinya, dia menemaniku untuk mencari STNK. Aku yang tadinya hanya niat lari tiga putaran, alhasil jadi kayak tawaf.. Tujuh putaran. And then, sampai kamar kosan dengan muka lesu, niatnya mau telpon mama..Pas cek dompet..Yeah, si STNK tergeletak dengan tenang didalamnya.

5.Dalam waktu yang bersamaan dan di saat momen yang harusnya gak boleh sakit, KKN atau Kuliah Kerja Nyata. Aku malah terkena tipes dan demam berdarah.. Heboh deh satu kabupaten Kebumen karena ada anak Kuliah Kerja Nyata yang dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong.

6.Hepatitis A adalah ujian dan penggugur dosa. Agak speechless sih menjelaskan perasaanku saat tervonis penyakit ini. Intinya, aku memutuskan ‘off’ dari semua aktivitas. Sebenernya, buatku sendiri, It’s OK kalo aku mau kayak ‘kutu loncat’. But, gak bisa nolak permintaan orang tua untuk istirahat. Dan, semua itu harus dibayar dengan kelulusan yang tertunda. Gak apa-apa, kok. InsyaAlloh ini yang terbaik. And then, aku gak pernah nyesel. Tapi, yang paling bikin aku kesel adalah saat orang bertanya kabar padaku. Aku capek jelasinnya.. Jadinya, cuma bilang "sehat-sehat aja". Malah dibales "Tapi kok gak pernah keliatan?". Semoga senyum yang kuberi saat itu bukan karena terpaksa, Yaa Rabb.

7. Aku pernah mondar-mandir Purwokerto-Cilacap dengan kondisi ujan-ujanan, demam, gak enak badan. Terus?. Besoknya aku ke Semarang berangkat jam 5 subuh. Badanku gimana?. Jangan ditanya. Remuk pastinya.

8. Maghrib-Isya’ di daerah asing yang jauh dari purwokerto sambil nangis karena ban motor bagian belakang bocor. Gak ada temen satu pun saat itu!. Besoknya mau praktikum. Inget laporan, kuis. Ah, sesuatu banget deh.. And, yang punya bengkel bilang ”Mbak, ban dalemnya sobeknya panjang. Takutnya percuma ditambal. Mungkin lama banget kalo emang mau ditambal, sampai malam..”. Yeah, tambah kejerlah tangisanku. Tanpa sadar, pencet nomor seseorang..  Finally, dia menemaniku sampai jam 11 malam, dan diantarlah aku sampai kosan dengan selamat.

9. Jam 3 subuh pernah keluar kosan karena ada suatu masalah. Aku ke suatu tempat yang digunakan untuk nge-net (you know lah apa namanya. Tapi sorry, gak bisa sebut merek tempatnya. Haha). Dan  didepan tempat itu, aku hanya diam terpaku sambil berkaca-kaca (baca : nangis). Selang beberapa menit, disusul deh sama seorang adik, terus dia peluk aku dan memaksaku pulang. Oh, so swiit..hehe. 

10. Purwokerto-Bandung naik bis ekonomi dengan bekal alamat yang lumayan gak jelas bersama seseorang ke rumah seorang ummahat. Pengalaman pertama ngebolang.

11. Bayar denda dua bulan untuk tiga buku di perpustakaan farmasi. Haha.. Alhamdulillahnya gak ada yang RES. Kalo ada, waah, gak kebayang..

    12. H-1 seminar proposal masih di kampus cuma buat ngurusin administrasi. Dan saat hari H, paginya PS 1 meng-cancel ba’da dzhur. Aku putuskan ke kampus lagi, dan hampir nangis di depan para dosen sambil minta kesediaannya ba’da ashar. Alhamdulillah, semua bersedia.

13. Aku pake kecepatan motor 120 km/jam saat ke BANJARNEGARA dari purwokerto with someone. Ckck. Itu hal gila yang kulakukan karena baru beberapa bulan lancar naik motor. Tapi selamat sih sampai tujuan. Hehe..Alhamdulillah. 

14. Tabrakan parah sampe masuk IGD di RS Pertamina Cilacap tahun 2010. Sempet amnesia 20 menit. Saat itu, aku takut amnesia hafalan Al-Qur’an. Sambil nangis-nangis, setelah tersadar dari amnesia, aku langsung muroja’ah dan perawatnya bingung. Haha.. Wajahku sebelah kiri agak hancur. Sekarang udah enggak kok..Hehe. And, waktu mau di infus dengan cerewetnya aku nanya obat-obatnya sama perawatnya.  “Bawel” Mungkin itu batin si perawat. Haha.. Dan karena kejadian itu, aku berhasil bikin banyak orang berkumpul di rumah Mbah, di Kroya. Ada yang dengan lemasnya ngeliat kondisiku.. kayak ngeliat mayat aja, deh. Wkwk..

15. Membaca skripsi seseorang di halaman ucapan terimakasih. Ada ucapan terimakasih untuk sunflower muslimah (baca : Rizki Khotimah) disana. Gak tahu kenapa, seharusnya menjadi hal menyenangkan. Tapi.. sekarang seperti menjadi hal yang konyol  dan menyakitkan. 

16. Bilang ke beberapa cowok, “Sorry, GW GAK MAU PACARAN SEBELUM NIKAH. Kalo mau, lamar gw!”.  Hal konyol dan membosankan..

17. Pernah dilamar sama orang arab aseli pas lagi Umroh tahun 2006 di Masjidil Haram. Wew. Jelas aku gak mau. Secara, waktu itu masih baru masuk kelas XII SMA. Haha..

18. Hampir aja ngilang di Madinah waktu umroh tahun 2006. Yey..Hehe.

19. Saat tahu golongan darahku A, tahun 2006 juga..

20.Facebook dan twitter Di BLOKIR sama seseorang karena siangnya, aku bilang kalo dia gak punya perasaan. Maaf ya. Bukan maskduku..tak bisakah kau paham apa yang kuinginkan dan permintaan tolong dariku?. 

21. Dimarahin dosen pembimbing 2 di depan beberapa orang. Sebenennya sih, bukan marahin. Tapi nasehatin. Cuma emang saat itu, kondisiku lagi gak fit. Jadi ya..pulang darisana langsung nangis. 

22. Aku pernah sedang 'membicarakan' seseorang dengan salah seorang temanvia sms. Hal bodohnya adalah, aku mengirim apa yang kubicarakan bukan pada temanku..Tapi ke orang yang sedang dibicarakan. Hiyyaaah....Malu sangat akuuuu. Alhamdulillahnya gak sedang ghibah (ngomongin yang jelek-jelek). Haha.. Mudah-mudahan si 'dia' gak marah. aamiin

Cukup 22 dulu untuk hal-hal yang aku gak mau mengulanginya lagi. Sebenernya sih, gak perlulah menuliskan hal-hal sedih, konyol, atau memalukan gini. Ibarat pepatah “Kesedihan dan kekesalan itu jangan dismpan. Biarkan ia terbawa angin”. Namun entah kenapa, aku sedang ingin muhasabah hati sebab ia sedang resah.

Mantera hebat untuk mengusir mimpi buruk diatas adalah Qs. Ar-Ra’ad ayat 28. Yeah.. “… Alaa Bidzikrillahi tathmainnul quluub”.

Semoga manfaat.

(Lirik) Haruharu

Hm, ketertarikan diriku pada bahasa asing sudah sejak aku masih unyu.Hehe. Yaa, walau sekarang juga gak pinter-pinter banget. Bahasa inggris lumayanlah. Mandarin, jerman, spanyol, jepang, korea.. Rata-rata sudah menghilang dari ingatan. Heuheu.

Sampai sekarang, aku masih memiliki ketertarikan pada bahasa Mandarin, Jepang, dan Korea. Pingin banget konsen belajar semua itu. Tapi..kok yaa, waktunya itu loh *sok sibuk*. Jadi sekarang, otodidak lewat lirik lagu yang menarik hati. Hehe. Kalo ada lagu yang menurutku lumayan, aku searching deh translatenya. Aku pahami perkalimatnya, kemudian kubuka catatan kecil buatanku sendiri yang isinya kata dan arti bahasa asing. Istilahnya sih, kamus campuran buatan Rizki Khotimah. Hehe..Lumayan juga loh. Intinya mah, belajar bisa darimana aja. 

Next, lirik lagu and translatenya Bigbang yang Haruharu (Hari-hari yang menghilang jauh). Ada yang tau?. Ini juga copy kok. Tapi aku interest untuk paste di blogku karena diartikan perkalimat. Jadi, bisa sekalian belajar. Sumbernya dari blog milik Furahasekai.


Tteonaga
Yeah, I finally realise, that I’m nothing without you
I was so wrong, forgive me

— Pergi
— Yeah, akhirnya ku sadari, aku bukan apa-apa tanpamu
— Aku sangat bersalah, maafkan aku
Padocheoreom buswojin nae mam
Baramcheoreom heundeullineun nae mam
Yeongicheoreom sarajin nae sarang
Munsincheoreom jiwojiji ghana
Hansumman ttangi kkeojira swijyo
Nae gaseumsoge meonjiman ssahijyo (say goodbye)

— Seperti pasang, hatiku hancur
— Seperti angin, hatiku berguncang
— Seperti asap, cintaku memudar
— Ini tak pernah terhapus seperti tatto
— Aku mendesah dan tanah berguncang
— Hatiku penuh debu (katakan selamat tinggal)
Yeah
Nega eobsineun dan harudo mot sal geotman gatatdeon na
Saenggakgwaneun dareugedo geureokjeoreok honja jal sara
Bogo sipdago bulleo bwado neon amu daedab eobjanha
Heotdoen gidae georeo bwado ijen soyongeobjanha

— Yeah, ku pikir aku tak akan mampu tuk hidup sehari pun tanpamu
— Tapi dari apa yang diharapkan, kudapatkan diriku baik-baik saja saat menjadi diri sendiri
— Kau tak menjawab apapun , seraya ku menangis , “Aku merindukanmu”
— Ku berharap untuk sebuah harapan yang sia-sia tapi sekarang ini tak berguna

Ne yeope inneun geu sarami mwonji hoksi neol ullijin anhneunji
Geudae naega boigin haneunji beolsseo ssak da ijeonneunji
Geokjeongdwae dagagagijocha mareul geol sujocha eobseo aetaeugo
Na hollo bameul jisaeujyo subaek beon jiwonaejyo

— Apa ini tentang orang disampingmu, dia membuatmu menangis?
— Kau pun melihatku, kau sudah sepenuhnya melupakanku?
— Aku khawatir, aku merasa gelisah karena aku tak bisa terus mendekatimu atau bicara denganmu
— Sendiri di malam hari, ku hapus pikiranku seratus kali
Doraboji malgo tteonagara
Tto nareul chatji malgo saragara
Neoreul saranghaetgie huhoe eopgie
Johatdeon gieongman gajyeogara
Geureokjeoreok chama bolman hae
Geureokjeoreok gyeondyeo naelman hae
Neon geureolsurok haengbokhaeya dwae
Haruharu mudyeojyeo ga eh eh eh eh

— Jangan lihat kebelakang dan pergilah
— Jangan menemuiku lagi dan teruslah hidup
— Karena aku tak menyesal mencintaimu, jadi hanya ambilah kenangan indah
— Ku bisa bertahan dalam beberapa cara
— Ku bisa berdiri dalam beberapa cara
— Kau kan bahagia jika kau seperti ini
— Hari demi hari menghilang jauh
Oh my girl, I cry, cry
You’re my all, say goodbye

— Oh, girl, aku menangis, menangis
— Kau segalanya bagiku, katakan selamat tinggal
Gireul geotda neowa na uri majuchinda haedo
Mot bon cheok hagoseo geudaero gadeon gil gajwo
Jakkuman yet saenggagi tteooreumyeon amado
Nado mollae geudael chajagaljido molla

— Jika kita bertemu secara kebetulan satu sama lain
— Berpura-puralah kau tak melihatku dan tetaplah pergi
— Jika kenangan lama tetap terpikirkan
— Aku akan pergi melihatmu secara diam-diam

Neon neul geu saramgwa haengbokhage neon neul naega dareun maeum an meokge
Neon neul jageun miryeondo an namgekkeum jal jinaejwo na boran deusi

— Selalu berbahagia dengannya, jadi aku tak akan memikirkan apapun lagi
— Kau kan terus begitu jadi ini tidak saja penyesalan kecil dalam diriku
Neon neul jeo haneulgachi hayahke tteun gureumgwado gachi saeparahke
Neon neul geurae geureohke useojwo amu il eopdeusi

— Seperti langit putih dan seperti birunya awan
— Ya, hanya tersenyum seperti tak ada apapun yang salah
Doraboji malgo tteonagara
Tto nareul chatji malgo saragara
Neoreul saranghaetgie huhoe eopgie
Johatdeon gieongman gajyeogara
Geureokjeoreok chama bolman hae
Geureokjeoreok gyeondyeo naelman hae
Neon geureolsurok haengbokhaeya dwae
Haruharu mudyeojyeo ga eh eh eh eh

— Jangan lihat kebelakang dan pergilah
— Jangan menemuiku lagi dan teruslah hidup
— Karena aku tak menyesal mencintaimu, jadi hanya ambilah kenangan indah
— Ku bisa bertahan dalam beberapa cara
— Ku bisa berdiri dalam beberapa cara
— Kau kan bahagia jika kau seperti ini
— Hari demi hari menghilang jauh
Nareul tteonaseo mam pyeonhaejigil (nareul itgoseo saragajwo)
 Geu nunmureun da mareul teni, yeah (haruharu jinamyeon)

— Berharap hatimu berganti setelah meninggalkanku (Hanya melupakanku dan hiduplah)
— Air mata ini semuanya akan mengering, yeah (Seperti hari demi hari berlalu)
Charari mannaji anhatdeoramyeon deol apeul tende mm..
Yeongwonhi hamkke hajadeon geu yaksok ijen
Chueoge mudeo dugil barae baby neol wihae gidohae…

— Jika kita tak pernah bertemu satu sama lain lalu luka ini berkurang, mm..
— Janji kita tetap bersama sekarang sebuah kenangan, sayang
— Ku berdoa untukmu
Doraboji malgo tteonagara
Tto nareul chatji malgo saragara
Neoreul saranghaetgie huhoe eopgie
Johatdeon gieongman gajyeogara
Geureokjeoreok chama bolman hae
Geureokjeoreok gyeondyeo naelman hae
Neon geureolsurok haengbokhaeya dwae
Haruharu mudyeojyeo ga eh eh eh eh
— Jangan lihat kebelakang dan pergilah
— Jangan menemuiku lagi dan teruslah hidup
— Karena aku tak menyesal mencintaimu, jadi hanya ambilah kenangan indah
— Ku bisa bertahan dalam beberapa cara
— Ku bisa berdiri dalam beberapa cara
— Kau kan bahagia jika kau seperti ini
— Hari demi hari menghilang jauh
Oh my girl, I cry, cry
You’re my all, say goodbye, bye
Oh, my love, don’t lie, lie
You’re my heart, say goodbye…

— Oh, girl, aku menangis, menangis
— Kau segalanya bagiku, katakan selamat tinggal, bye
— Oh, cintaku, jangan berbohong, bohong
— Kau hatiku, katakan selamat tinggal