Saat menjadi istri dan
ibu, saya kadang merenung sendiri … ternyata banyak hal wow yang bisa saya
lakukan. Bukan mau pamer atau sombong sih. Sekadar share aja, hehe. Saat masih
gadis, saya gak bisa bikin kue/roti (tapi kalau masak standar masih bisalah, ya…),
saya gak bisa pasang gas, gak bisa angkat galon ke dispenser hahaha, saya gak
terlalu suka sama yang namanya kerajinan tangan, saya gak terlalu peduli sama
kebersihan serta keindahan wkwk, mmm… apa lagi ya. Ya intinya, ketika saya
berstatus sebagai istri dan ibu, apa-apa yang tadinya saya gak bisa, berubah
jadi yang saya bisa lakukan.
09 Maret 2017
08 Maret 2017
24 Jam Rasa Sekejap
Iya bangeeeet. Meski
bangun pagi (semoga istiqomah, aamiin) diusahakan jam tiga atau setengah 4,
tapi waktu terasa sebentar banget. Selesai QL, ngulang hafalan sebentar.
Langsung bebenah sambil nunggu adzan subuh. Setelah sholat, lanjut masak untuk sarapan.
Alhamdulillah, Abahnya Mursyid super banget dan bisa diajak kerja sama. Beliau
belanja sayur dan yang mandiin Mursyid sebelum siap-siap kerja. Sambil masak, nyuapin Mursyid. Meski
ada khadimat (yang bantu nyuci Alhamdulillah) tapi tetep aja.
Masak-masak-masak, jarum jam udah menunjukkan pukul setengah sembilan atau jam sembilan.
![]() |
| Dari sini |
07 Maret 2017
Saya Kangen Gak?
Judulnya emang apa
banget. Tapi maksudnya sih, lagi tanya sama diri sendiri. Kalau
dihitung-hitung, kurang lebih hampir empat tahun gak berhubungan dengan profesi
Apoteker. Setelah disumpah, ikut suami yang lagi kuliah ke Jogja setahun. Mau
kerja di sana juga nanggung banget. Alhamdulillah, hamil kedua di Jogja
(Mursyid), makin gak menguatkan azzam kerja hehe. Pasca melahirkan, ditawarin
kerja lagi sama suami. Beliau sih gak melarang. Cuma disuruh menimbang dan menakar
#lha… saya yang sungguh gak rela harus ninggalin bayi unyu macem Muhammad
Tsaqif Al-Mursyid. Meski bisa ASI-perah, tapi entahlah. Rasa gak tega itu,
bikin saya meleleh-leleh jika harus kembali ke Apotek.
24 Februari 2017
[SBT: Friendship] Chapter 4 - Misi Wanda
SBT
adalah kepanjangan dari Story Blog Tour, yang merupakan salah satu program
komunitas menulis One Week One Paper. Dengan adanya SBT ini, anggota belajar
untuk menyelesaikan satu cerita bersama-sama. Tema SBT kali ini adalah
FRIENDSHIP!
Settingnya
anak SMA. Yaaa you know lah gimana serunya masa-masa itu… hohoho. Oh iya,
cerita di bawah ini fiksi, yaaa! Kalau ada kesamaan nama tokoh, nama sekolah
dkk, itu semua gak di sengaja kok, hehe.
Semoga
cerita SBT kali ini tetap bisa dinikmati seperti SBT-SBT sebelumnya. Semalat
membacaaaa :) Komen yah. Kritik dan sarannya ditungguuu <3 <3 <3
Btw,
ini cerita sebelumnya. Kalau kamu mau nyambung baca ceritanya, nikmati sesuai
urutan:
- Nana: Misteri Dana Operasional
- Depi: Pertemuan
- Naimas: Perbincangan Di Kafe
26 Januari 2017
Kamu Me Time Apa?
Beberapa waktu lalu di facebook, saya mendapati tulisan yang
cukup viral di kalangan mamah-mamah muda. Tentang? Itu lho … tulisan yang
intinya, seorang bapak memperbolehkan sang ibu berjalan-jalan sendiri tanpa
dirusuhin urusan tetek bengek rumah tangga terutama anak, hehe. Kata lain yang
lebih beken dan familiar adalah me time.
![]() |
| gambar dari sini |
25 Januari 2017
Pontianak Post 5 Juni 2016
Alhamdulillah
yah, tahun kemarin yang baru beberapa hari lewat, tepatnya tanggal 5 Juni 2016,
hehe. Terbit cerpen pertamaku di media! Ayey! Meski koran lokal, tapi itu juga udah
syukur banget. Cerpen ini awal mulanya berasal dari tantangan untuk nge-remake dongeng
yang diadain sama Ruru di grup OWOP (one week one paper). Well, sebenernya
sebagai seorang ibu muda, ada beberapa dongeng dari luar negeri yang agak gak sreg
di saya. Bukan gak suka sepenuhnya kok. Tapi hmm, ambil kisah Putri Cinderella
yang ceritanya udah melegenda seantero dunia. Tentang seorang anak tiri yang
disiksa oleh ibu dan saudara-saudara tirinya, lalu ada ibu peri dan triiiing!
Jadilah putri dalam waktu semalam, datang ke pesta dansa kemudian bertemu
pangeran kerajaan. Terjadilah insiden ketinggalan sepatu kaca tepat jam 12
malam teng, karena jika melewati jam 12 malam, sang putri akan kembali lagi
mengenakan pakaian compang-campingnya. Nahas pangeran menemukan sepatu kaca
yang tertinggal karena Cinderella terburu-buru meninggalkan ruang pesta. Kadung
jatuh cinta, pangeran itu akhirnya mencari ke mana-mana pemilik sepatu kaca
itu. Sampailah pada akhir cerita yang happy ending, pangeran bertemu Cinderella
dan hidup bahagia selamanya.
Hm,
ketika nanti Mursyid mendengar kisah itu, akan saya jelaskan pesan moralnya
begini:
Kesulitan
hidup itu adalah tarbiyah dari Allah. Lantas tujuan bersabar bukan karena dunia
semata (mendapat harta, pasangan kaya dsb). Tapi karena percaya janji Allah itu
pasti. Jika di dunia Allah belum kabulkan, maka surga adalah segalanya.
Dan
akhirnya, saya mendapat ide membuat cerpen dengan kisah seperti ini. Cekidot~
Ganti Nama Buat Ngeksis (?)
Yuhuuu....
Setelah berbulan-bulan lamanya gak nulis di blog, hoho. Bukan. Tentu aja ganti alamat blog bukan buat ngeksis. Tapi lebih megarah pada kepraktisan penyebutan. Iya, secara kiki-diarysunflower itu lumayan ribet gimana gitu. Kalau penyukabungamatahari juga ribet sih tapi ya mendinglah haha *ngeles.
Pingin nulis di blog lagi karena yaa, semoga ada yang baca (pede buedh gue haha). Dan pada tulisan yang saya buat, ada semacam hikmah meski berserakan yang bisa diambil *tsaaah.
Gak mau kebanyakan janji. Tapi ya semoga aja bisa istiqomah.
Dan, berharap kelak, umur suami dan Mursyid lebih panjang dari saya, dan berkah tentunya, sehingga bisa membaca tulisan umminya yang kadang gak jelas ini (seringnya jelas kok haha). Bismillah~
Langganan:
Postingan (Atom)


