28 November 2012

Undangan Pernikahanku ^_^

Bukan karena siapa, apa dan kenapa.Tapi bagaimana.Jawaban sederhana dari sebuah pertanyaan "Mengapa kau mau menikah denganku?" adalah, sebab cinta butuh pembuktian. Bukan hanya pernyataan.




Bismillahirrohmanirrohiim..

Assalamu'alaykum Warohmatulloh Wabarokatuh


Maha Suci Alloh yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan..
Maka, perkenankanlah kami menikahkan putra-putri kami :

Rizki Khotimah (Kiki)
Putri Bpk. Drs. Wartam &Ibu Siti Nuriyah
dengan
Muhammad Syahri Mubarok (Ari)
Putra Bpk.Solihin Ms, BA & Ibu Mabaroh

Untuk mengikuti sunnah Rosul-Mu dalam membentuk keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warohmah, serta melahirkan keturunan yang sholeh dan sholehah

Akad Nikah :
Jum'at, 7 Desember 2012
Bertempat di Rumah Mempelai Wanita
(Khusus Keluarga)

Tasyakur Pernikahan :
Sabtu, 8 Desember 2012
Pukul : 11.00-13.00 WIB
Bertempat : di Gedung BKOW
Jl. Radin Inten, Duren Sawit-Jakarta Timur.

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila Antum/na (saudara/i) berkenan hadir untuk memberikan do'a restu kepada kami..Atas kehadiran dan do'a restu Antum/na (Saudara/i) kami ucapkan terimakasih.

Wassalamu'alaykum Warohmatulloh Wabarokatuh

07 November 2012

(Sajak) Sekeping Luka

Dan aku, kembali mencoba untuk menuliskan sebuah coretan akibat insomnia malam ini. 

Sekeping hati pernah mendatangi hati milik seseorang yang penuh luka disana-sini. Menemaninya. Yang bahkan orang itu tak pernah tahu, bahwa sekeping hati bermaksud menaruh rasa padanya. Waktulah yang menjawab semua, kemudian membuat asa dengan jelas, bahwa sekeping hati  takkan utuh jika tak digabung  dengan hati miliknya, takkan berbentuk hati pada umumnya.  




Benarlah adanya, waktu juga telah memaksa sebongkah hati yang penuh sayatan milik seseorang itu untuk kembali menerima kepedulian, ketulusan pemberian, dan pengobatan luka yang selama ini ia damba. Malam ini, setahun yang lalu, semua itu telah berakhir. Pada detik-detik penerimaan untuk menjadi ‘utuh’, sekeping hati kemudian berlari. Meninggalkan sebongkah hati yang penuh sayatan. 

“Aku tak bisa memaksa-Nya untuk tak hadir dalam hidupku” Begitu katanya. 

Aih, sebongkah hati yang penuh sayatan pun terdiam ketika mendengar jawabannya.  Tak membutuhkah waktu lama, sayatan itu kembali bertambah.  Merasa terhempas jauh. Fitrah. Sampai, sungguh, sebongkah hati penuh luka itu, terseret-seret menemui-Nya. Menangis, bertanya, mengadu. 

Dia-lah yang menambal dan menjahitkan kerusakan disemua lubang yang ada. Hingga akhirnya,  sebongkah hati yang penuh tambalan itu memahami maksud dari-Nya tentang keikhlasan dan pemberiaan maaf tanpa jeda kepada siapa saja yang telah menyakitinya bahkan  jika ada yang sampai membuatnya terluka. Ah, Indah nian perhatian dari-Nya. 

Lalu malam ini, detik ini. Sebongkah hati yang penuh sayatan itu akan segera ‘sempurna’ bagian tubuhnya. Karena Dia mengutus sekeping hati lain, yang Ia pastikan, bahwa mereka menyatu dibawah naungan kasih sayang-Nya.  

Lalu si kepingan hati yang setahun lalu pernah hadir, tak lagi ‘berbentuk’ hati. Hanya seonggok kenangan yang kadang terlintas. Sudah tak bernyawa. Hanya sesekali saja  dapat ditemui ‘batu nisan’ kenangan itu untuk mengingatkan kembali betapa besar cinta-Nya. 

“Aku memang pernah mengenalmu dengn baik, dulu. Sekarang, kau tak lebih hanya sepotong kenangan dalam puzzle kehidupan”. 

Ampun deh, aseli. Ini tulisan berasa mellow abiiiisss.. -_____-“

18 Agustus 2012

Kau, Aku dan Hari Raya :D

Gema takbir menggema di segala penjuru dunia. Syaithan pun ngilu mendengarnya, aku yakin itu!
 
Inilah hari raya..!

Apa kabar Ramadhan kau dan aku kemarin?. Masihkah, ketawadhu’an, berbagi dengan sesama, qana'ah, peduli, tangan yang selalu menggenggam kitab suci, mulut yang dipenuhi dzikir, masihkah mereka menjadi bagian dari dirimu?.

Apakah, baju baru yang mewah, makanan yang berlimpah dimana-mana sampai mubadzir, sudah menjadi ciri untukku, kamu dan kita di hari raya? Na’udzubillah..

Jangan lupakan saat kau bertarget khatam Al-Qur’an, sholat tahajjud tiap malam, berdzikir tiap waktu kosong yang kau miliki telah menjadi penghias hari di Ramadhanku dan kamu kemarin..

Dulu, ya dulu.. Saat aku masih kecil. Idul fitri adalah saat dimana aku merasa bebas dengan nyata, bisa makan sepuasnya, 'free' melakukan apapun lagi. Tapi sekarang, ketika detik-detik Ramadhan pergi..Aduh, bulan yang paling baik akan segera pergi. Bulan dimana amalan menjadi berlipat pahalanya, bulan dimana kita dapat dengan mudah ‘mendekati’-Nya telah berlalu..Apakah kau merasakan hal yang sama denganku?.Akankah kita bertemu lagi tahun depan?. Hanya Alloh yang tahu..

“Semoga Alloh menerima segala amal ibadah kita di bulan Ramadhan kemarin, dan Dia masih berkenan untuk mempertemukan kita dengan bulan mulia tersebut di tahun depan dengan persiapan ruhiyah yang lebih matang dan mapan. Agar gelar taqwa kita dapat…aamiin”.

Mari, kita jelang 1 Syawal 1433 dan hari-hari selanjutnya dengan pribadi yang lebih baik. 

^____^
-sunflower-

28 Juni 2012

(curhat) H min Aku Pergi 2


Sudah saatnya aku untuk orang tuaku.. Bersama mereka. Birrul walidain. Setelah empat tahun lamanya terpotong studi S-1. Banyak waktu yang tak kuhabiskan untuk mengabdi pada mereka dalam jarak yang dekat.

Apalagi jika mengingat jasa mereka selama ini untukku. Sudah saatnya aku kembali untuk mereka..Berbakti sebelum datang dia, yang menyebabkan aku harus berbakti padanya..

Aku, memang masih sangat ingin berada di kota ini..tapi tak boleh.. Demi masa depanku, demi mimpiku, aku harus pergi..


Kemarin, saat aku mengisi kajian anak-anak TPA yang dikelola sang 'guru', ada seorang ummahat yang berkata, "Mbak Kiki, saya seneeeeng banget ada mahasiswa yang mau bantu kelola.."


*speechless* "Oh, iya Bu..saya, cuma dimintain tolong sama Mbak T..untuk mengisi materi menulis.."


"Iya Mbak.. Tapi tetep aja saya seneng..Mbak bisa kan, jadi pengajar tetap di TPA sini?"


*speechless double* "Hehe.. mm.." Aku cuma nyengir sambil menahan rasa sedih..


seandainya, saya punya waktu lebih banyak untuk disini...


"Mbak kuliah di farmasi ya?"


"Iya.."


"Sering-sering Mbak main ke sini.."


Aiiih...sediiiihhh


"Pokoknya saya kasih lampu hijau buat Mbak deh..Untuk garap wilayah sini..."


Ya Alloh....Hiks.


"Untuk bikin halaqah anak-anak wilayah sini.."


Cukup, Bu...saya ingin...tapi gak bisa..


Semua itu akhirnya saya tanggapi dengan senyum samar. Maafkan saya, Bu..

Pernahkah kalian mampir di sebuah kota yang membuatmu paham hakikat hidup?Maka, saat kakimu harus beranjak pergi meninggalkannya, ibarat seorang kekasih yang patah hati. Kehilangan, sakit, hampa..

Ada banyak kata yang ingin kuucap pada kota ini.. 
Namun bibirku hanya terkatup, kelu..


(curhat non fiksi) Target Target


Bismillah..


Bersiaaaap!. Sebentar  lagi Ramadhan tiba. Huaaa..! Aku belom menyelesaikan target hafalanku. Gimana ini?????. *sad*


-Ya Alloh.. Paling engga, nambah 1/2 Juz aja.. aamiin-.


Ok.  Masih ada beberapa pekan lagi sebelum Bulan itu tiba.. Hafalankuuuuuu..*heboh*.
Saatnya merubah target hidup!.

- 1 Tahun Apoteker
- mm, dalam waktu dekat menggenapkan separih Diin. aamiin
- Hafalanku bertambah
- Punya binaan di Jakarta
-Bikin banyak tulisan dan terbitin buku!


Jangan lupa amal yaumi juga, Ki!. Mama dan Papa pesen, “Nduk, Tahajjud dan Dhuha jangan sampai ditinggal ya!”. Ya Ma, Pa.. Huhu. Kiki sayang kalian karena Alloh :’). 

Yaa Rabb, sampaikanlah aku ke bulan mulia itu… aamiin 

26 Juni 2012

H min Aku Pergi -_-

Akhir-akhir ini, saya menulis karena moody lagi!. Padahal, gak boleh gitu.. Sebuah rasa tentang perpisahan, dengan orang-orang dan sekitar yang terdekat…

Tentang  kota yang mengajarkanku banyak hal.. Purwokerto. Sebuah ibukota dari salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang awalnya kubenci sangat. Namun lambat laun menimbulkan rasa cinta. Aih.. Harus kuapakan rasa ini?.

Aku, harus segera pergi dari keluarga di kosan, kampus, masjid kampus, sekre dulu tempat mengemban amanah, lingkaran cinta,  saudara karena iman. Inilah hidup!.

Ada pertemuan dan perpisahan…

Ah! Bagaimana harusnya aku untuk mengekang sebuah rasa yang begitu menyiksa.. Mengapa perpisahan begitu terasa menyakitkan?.

Namun untuk hidup, orang tua, masa depan, agama.. Aku harus pergi! Melanjutkan lagi perjalananku sebagai seorang farmasis muslimah. Terbersit sebuah do’a, agar suatu saat diperkenankan lagi untuk tinggal di Kota Satria ini.. 
Aku mencintaimu, karena kau banyak member pelajaran untuk hidup, Purwokerto. 

Senja akrab dengan perpisahan, namun subuh lekat dekat dengan harapan.


-  Hari hari tuk  mengucapkan kalimat  ‘sampai jumpa’ -

26 Mei 2012

Mellow Morning... -____-


Bener-bener gak abis pikir.. Dapet gelar.. Tapi gak terlalu bahagia kayak setelah selesai seminar atau apa.. Bukan gak bersyukur. Bukan. Ini karena punya pikiran, akan ada banyak perpisahan yang terjadi…Dengan banyak orang dan kotanya…. Ah, jadi inget. Kurang lebih empat tahun lalu, saat kaki pertama kali menginjakkan kaki di farmasi untuk ospek.. dengan sumpah serapah *halah* bilang, “Purwokerto itu kota nyebelin.. Angkot jarang, makanan itu itu aja..beda banget sama Jakarta..bla bla..bla”.

Emang bener kata Alloh, jangan pernah terlalu membenci atau mencintai sesuatu&seseorang. Karena kita belum tentu tau mana yang terbaik untuk diri sendiri. Dan sampailah aku pada titik ini. Ketika aku mulai mencintainya (Purwokerto), aku akan pergi. Ya, pergi dari kota ini, suasana ini, kenangannyaand everything…

Keluarga di kosan, mereka gak mungkin banget ada yang bisa gantiin.. Gimana sabarnya mereka waktu aku jahil banget, ngurus  pas aku lagi sakit, dengerin cerita-ceritaku, terima kebawelanku, kebiasaanku yang suka ‘absen’ bangun tidur (especially buat mbak yenni n mbak mpit. Hehe), De Mpit sama Tutut yang sering banget aku takut-takutin tentang alam ghaib (Haha), Masak bareng Mbak Mpit, Berebutan pada gak mau jadi imam sholat jama’ah (sampe pernah ada yang ngambek. Haha), sholat jama’ah yang syahdu (ni pinjem istilahnya orang), Makan bareng2 kayak anak panti asuhan *tepok jidat. Belajar n stress bareng de Tami waktu UTS dan UAS, Nonton pilem bareng De Afu..Aduh, banyak banget deh.

Dimana lagi aku bisa menemukan keluarga seindah itu?.

Banyak banget kenangan di kota ini. Ketika beberapa kali aku banyak melakukan hal konyol yang aku juga gak tau kenapa bisa berbuat gitu (Haha..), jatoh dari motor lah, kabur dari kejaran polisi gara-gara gak pake helem (Wkwkwk), sandal jatoh di tengah2 perempatan lampu merah Aston pas mau jemput orang (Gak lucu banget, kan..), ‘Barang ilang’ yang padahal Cuma pindah tempat dan gw udah heboh duluan…

Anak-anak TPA tempat aku ngajar.. Ya ampuuun,harus ku apakan mereka itu???. Berjuang bersama Indah n Mbak fi’ah ‘menaklukan’ mereka..Haha..Tapi pas lagi stress sama skripsi, panggilan “Mbak, kok telat?”, “Ustadzah, tulisan aku bagus gak?”, “Mbak, tadi aku dilanjut baca sama mbak indah”. Atau ngeliat ‘kelincahan’ mereka yang sering bikin pusing tapi lucu juga dan menghibur banget. Ah, semua itu gak ada yang bisa gantiin.

Punya ade2 binaan yang subhanAlloh. Semakin terpacu untuk selalu dan selalu menghafal Qur’an. Curhatan dari mereka yang bikin senyum-senyum sendiri, ‘pesawat’ bikinan mereka untukku.semangatnya mereka untuk ngaji.. Ah, spesial banget dapet mereka.

Liqo’an dari satu kelompok ke kelompok lain. Hehe.. Eits, yan ini gak akan gw sebut namanya. Haha..

Gw akan merindukan nangis diatas Pinki (nama motorku) saat hati sedang lelah dan sedih.. Ah, ini nih yang ‘sesuatu’ banget.

Ramadhan di Purwokerto yang suasananya itu bikin selalu pengen tilawah.. Mafaza yang adem n bisa buat tidur-tiduran bentar kalo lagi cape, dapet buka gratis lagi. Haha..

Mbak-Mbak indomaret yang udah kenal ma anak kosan. Pada suka rusuh sih kalo ke indomaret. Kayak gw dong. Kalem, titik. Haha..

Semangka Mba Yuni yang gede banget tapi harganya Cuma Seribu rupiah. Terus kalo hari jum’at dapet gratisan buah. Hehehehe..Ini nih kalo sama De Mpit, suka ga kira-kira ‘ngerampoknya’ Ya ampuuun…

Rentalan pilem dimana-mana. Tapi tiap pergi ma Mbak Yenni, yang jadinya nyewa pilem Cuma Mbak yenni doang. Hahaha.. Gw jadinya Cuma nebeng nonton. Hihi.. udah gitu, suka dapet transferan pilem dari banyak orang…wkwk..

Mbah depan kosan yang tiap pagi ngabsen nama kita satu-satu buat matiin lampu teras. Tapi nama yang paing sering disebut itu ‘Mba Yeniiiiiii”. Wkwk..

Tapi bagaimanapun, aku harus ‘pergi’ dulu dari kota satria ini. Mengejar ilmu-Nya ditempat lain. Mengejar cita dan cinta-Nya demi agama, orang tua, aku dan Negara ini (ini bukan lebay loh..hihi). Tapi punya azzam dan udah di’kutuk’ juga sih ma Mbak Yenni bakalan balik lagi ke Purwokerto. aamiin. InsyaAlloh, someday..

Semua itu gak ada yang bisa gantiin, Titik

Semua berharga dalam hidupku.

Semua itu hadiah dari Alloh.

‘Senja akrab dengan harapan, dan subuh lekat dengan harapan’

-Pagi hari, ketika mellow menyergap-